hidrologi

Rekap & Visualisasi Data Hujan dengan Excel

Panduan lengkap merekap dan memvisualisasikan data hujan harian menggunakan Microsoft Excel. Studi kasus Sta. Hujan Cemara, Bandung — 26 tahun pengamatan (2000–2025).

Rekap & Visualisasi Data Hujan dengan R & ggplot2

Panduan lengkap merekap dan memvisualisasikan data hujan harian menggunakan Program R dan tools graphic ggplot2. Studi kasus Sta. Hujan Cemara, Bandung — 26 tahun pengamatan (2000–2025).

Mengenal R & RMarkdown: Instalasi dan Proyek Pertama

Panduan praktis memulai R dan RMarkdown untuk hydrologist. Dilengkapi template Analisis Frekuensi Curah Hujan yang siap pakai — cukup ganti data, klik Knit, laporan Word langsung jadi.

Keterbatasan Data Hujan Pos dan Alternatif GPM IMERG

Ketersediaan data curah hujan yang memadai merupakan fondasi utama dalam analisis hidrologi. Namun di Indonesia, data pos hujan konvensional menghadapi berbagai keterbatasan — terutama di wilayah luar Pulau Jawa.

Analisa Hidrologi - Kota Banjarmasin (NUFReP)

Kota banjarmasin merupakan daerah yang rawan banjir. Keterbatasan data di tengah lokasi yang rawan bencana menjadikan tantangan tersendiri untuk memperoleh hasil analisa yang relevan dan akurat.

ANDAL Kegiatan Pertambangan Emas DMP - Kab. Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

Kajian hidrologi untuk kegiatan pertambangan emas PT Gorontalo Mineral di Kecamatan Suwawa Timur, Kecamatan Bone Raya, Kecamatan Bulawa, Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

Perhitungan Debit Banjir Rencana

Panduan lengkap perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode Nakayasu, Snyder, dan Rational. Dilengkapi kalkulator interaktif dan contoh penerapan SNI 2415:2016.

Analisa Frekuensi Curah Hujan

Panduan lengkap analisa frekuensi curah hujan: distribusi Gumbel, Log-Normal, Normal, dan Log-Pearson III. Dilengkapi kalkulator interaktif dan uji kecocokan Smirnov-Kolmogorov.

Kalibrasi Data GPM dengan Data BMKG

Koreksi bias GPM IMERG V07 menggunakan metode Year-Specific Scaling Factor (M4). Studi kasus Kalimantan Selatan: PBIAS dari −31.9% menjadi +3.5% dan NSE dari −1.06 menjadi 0.77.