Cara mengakses data observasi BMKG, keterbatasannya, dan strategi mengisi data yang hilang (missing data) untuk keperluan studi hidrologi.
Ketersediaan data curah hujan yang memadai merupakan fondasi utama dalam analisis hidrologi. Namun di Indonesia, data pos hujan konvensional menghadapi berbagai keterbatasan — terutama di wilayah luar Pulau Jawa.
Koreksi bias GPM IMERG V07 menggunakan metode Year-Specific Scaling Factor (M4). Studi kasus Kalimantan Selatan: PBIAS dari −31.9% menjadi +3.5% dan NSE dari −1.06 menjadi 0.77.