Keterbatasan Data Hujan Pos dan Alternatif GPM IMERG
Mengapa data satelit semakin relevan dalam analisis hidrologi Indonesia
Ketersediaan data curah hujan yang memadai merupakan fondasi utama dalam analisis hidrologi. Namun di Indonesia, data pos hujan konvensional menghadapi berbagai keterbatasan — terutama di wilayah luar Pulau Jawa.
1. Sebaran Stasiun Hujan BMKG
Berdasarkan inventarisasi BMKG, terdapat 6.487 stasiun hujan aktif di seluruh Indonesia — terdiri dari Pos Hujan Kerjasama (PHK), Automatic AWS (AAWS), dan UPT.
💡 Zoom masuk untuk melihat nama stasiun · Klik titik untuk detail · Biru = PHK · Merah = AAWS · Hijau = UPT
2. Kerapatan Stasiun vs Standar WMO
Standar WMO (2008) merekomendasikan minimal 1 pos per 250 km² untuk kawasan pegunungan tropis.
| Wilayah | Luas (km²) | Stasiun | Kerapatan (km²/pos) | Status WMO |
|---|---|---|---|---|
| Jawa | 128.297 | 2.765 | 46 | ✅ Memenuhi |
| Sumatera | 473.481 | 1.321 | 358 | ⚠️ Di bawah standar |
| Kalimantan | 748.168 | 842 | 889 | ❌ Jauh di bawah |
| Sulawesi | 188.522 | 1.023 | 184 | ✅ Memenuhi |
| Maluku | 31.982 | 213 | 150 | ✅ Memenuhi |
| Papua | 421.981 | 323 | 1.306 | ❌ Jauh di bawah |
Kalimantan dan Papua memiliki kerapatan stasiun yang sangat rendah — DAS-DAS besar di sana hampir tidak terpantau secara langsung.
3. GPM IMERG sebagai Alternatif
GPM IMERG adalah produk curah hujan berbasis satelit dari NASA dan JAXA, tersedia gratis sejak Juni 2000.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Resolusi spasial | 0.1° × 0.1° (~11 km) |
| Resolusi temporal | 30 menit |
| Ketersediaan | Juni 2000 – sekarang |
| Varian terbaik | Final Run (koreksi dengan data pos) |
| Akses | Gratis via NASA Earthdata |
4. Validasi GPM IMERG — Interaktif
Geser slider untuk mensimulasikan koreksi bias pada data GPM IMERG. Metrik validasi (NSE, KGE, PBIAS, RMSE) berubah otomatis.
DAS Akelamo, Pulau Obi, 2020–2022 · Hover untuk nilai per bulan
| Metrik | Nilai | Status |
|---|---|---|
| NSE | ||
| KGE | ||
| PBIAS (%) | ||
| RMSE (mm) | — |
NSE ≥ 0.65 → Memuaskan
KGE ≥ 0.50 → Baik
|PBIAS| ≤ 15% → Memuaskan
Kesimpulan
- Kerapatan pos hujan Indonesia tidak merata — Kalimantan dan Papua jauh di bawah standar WMO
- GPM IMERG Final Run merupakan alternatif andal untuk DAS tanpa pos hujan memadai
- Validasi dengan NSE, KGE, dan PBIAS wajib dilakukan sebelum digunakan dalam pemodelan
- Koreksi bias disarankan jika |PBIAS| > 15%
Referensi: Moriasi et al. (2007) · Huffman et al. (2020) · WMO (2008)